Lijit Search

Selasa, 04 Oktober 2011

ASMA BRONKIAL PADA ANAK

1. Definisi

Asma Bronkial adalah penyakit saluran nafas dengan karakteristik berupa peningkatan reaktivitas (hiperaktivitas) trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi klinis berupa penyempitan saluran nafas yang menyeluruh

.

2. Penyebab

Sebagai pemicu timbulnya serangan-serangan dapat berupa infeksi (infeksi virus RSV),iklim (perubahan mendadak suhu,tekanan udara),inhalan (debu,kapuk,tungau,sisa isa serangga mati,bulu binatang,serbuk sari,bau asap,uap cat), makanan (putih telur,susu sapi,kacang tanah,coklat,biji-bijian,tomat),obat (aspirin),kegiatan fisik (olahraga berat,kecapaian,tertawa terbahak-bahak), dan emosi

3. Patogenesis

Ada 3 peristiwa yang terjadi pada saluran nafas penderita asma yaitu:

a. Otot dinding saluran nafas mengerut (bronkokonstriksi)

b. Dinding saluran nafas membengkak (edema)

c. Saluran nafas terisi banyak lendir

4. Manifestasi Klinis

a. Wheezing

b. Dyspneu dengan lama ekspirasi

c. Batuk kering karena sekret kental dan lumen jalan napas sempit

d. Tachypnea, orthopnea

e. Gelisah

f. Nyeri abdomen karena terlibatnya otot abdomen dalam pernapasan

g. Fatigue

h. Intoleransi aktivitas

i. Perubahan tingkat kesadaran, cemas

j. Serangan tiba-tiba/ berangsur-angsur

5. Tanda serangan asma

a. tanda awal serangan asma

· Tidak ada perbaikan dengan obat biasa

· Pemakaian obat lebih sering

· Mengi menetap

· Terlihat pucat dan agak gelisah

· Ingus encer makin banyak

b. tanda lanjutan serangan asma

  • Mengi menetap dan makin keras
  • Anak mudah lelah dan gelisah
  • Pemakaian obat makin sering
  • Perut turun naik saat bernapas
  • Anak lebih suka dalam posisi duduk
  • Obat pereda serangan tidak mempan lagi

c. Tanda bahaya serangan asma

  • Mengi melemah tapi sesak napas makin berat
  • Anak terlihat kelelahan
  • Kebiruan didaerah mulut dan sekitarnya
  • Anak sangat gelisah

  1. Gejala asma
    1. batuk
    2. napas cepat
    3. napas bunyi
    4. gejala memburuk pada malam atau dini hari
    5. sesak napas, sakit dada, gelisah
    6. kebiruan didaerah mulut dan sekitarnya

  1. Tahap respon Asma
    1. Tahap immediate: ditandai dengan bronkokonstriksi (1-2 jam)
    2. Tahap delayed: bronkokonstriksi dapat berulang 4-6 jam dan terus menerus
    3. Tahap late: peradangan dan hiperresponsif jalan napas beberapa minggu/ bulan

  1. Diagnosis

Diagnosis asma pada anak ditegakkan berdasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang mempunyai peran menunjukkan berat ringannya dan untuk kepentingan terapi. Oleh karena gejala asma pada anak sangat bervariasi maka diagnosis asma sulit ditegakkan. Pemeriksaan fisik waktu serangan dapat ditemui frekuensi napas meningkat, amplitudo napas dangkal, sesak napas, napas cuping hidung, sianosis, gerakan dinding dada berkurang, hipersonor, bunyi napas melemah, wheezing ekspirasi, ronkhi kering, ronkhi basah dan suara lendir. Pemeriksaan laboratorium, darah tepi dan sekret hidung. IgE total dapat meningkat. Analisa gas darah dapat menunjukkan asidosis, CO2 meningkat, pada uji fungsi paru nilai PEFR atau FEV1 menurun.

  1. Pemeriksaan diagnostik
    1. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
    2. Foto rontgen
    3. Pemeriksaan fungsi paru: menurunnya tidal volume dan kapasitas vital
    4. Pemeriksaan alergi (RAST)
    5. Analisa gas darah

  1. komplikasi
    1. riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
    2. bronchitis kronis
    3. bronchitis
    4. pneumonia
    5. emphysema

  1. Penatalaksanaan

Penderita asma dengan serangan ringan tidak perlu dirawat inap. Rawat inap diperlukan bila serangan berat, dengan tindakan awal tidak teratasi dan ada tanda-tanda komplikasi.

Penanggulangan asma pada anak meliputi:

a. Mencegah serangan dengan menghindari faktor pencetus

b. Mencegah serta mengatasi proses inflamasi dengan obat antiinflamasi

c. Penanggulangan edema mukosa saluran napas dengan obat antiinflamasi inhalasi secara oral/parenteral

d. Penanggulangan sumbatan lendir dengan banyak minum, mukolitik serta lendir encer dan mudah dikeluarkan.

e. Menciptakan kondisi jasmani yang baik meliputi kebugaran dan ketahanan fisik dengan latihan jasmani atau senam pernapasan.

  1. Tindakan penanggulangan
    1. Serangan akut dengan oksigen nasal/ masker
    2. Terapi cairan parenteral
    3. Terapi pengobatan
  • albuterol
  • terbutalin
  • metaprotenol
  • bronkodilator

  1. Pemantauan
    1. keadaan umum
    2. tanda vital
    3. pemeriksaan fisik paru
    4. keseimbangan cairan, analisa gas darah
    5. uji fungsi paru

  1. Fokus pengkajian
    1. Riwayat penyakit
    2. Pengetahuan keluarga tentang penyakit
    3. Tanda vital, pernapasan dan retraksi dada
    4. Faktor pencetus, stress, latihan, kebiasaan

  1. Diagnosa Keperawatan
    1. Bersihan jalan napas tidak efektif b/d bronkospasme
    2. Gangguan pertukaran gas b/d spasme bronkus
    3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d dyspneu

Discharge Planning

  1. Jelaskan proses penyakit dengan menggunakan gambar-gambar
  2. Fokuskan pada perawatan mandiri dirumah
  3. Hindari faktor pemicu : kebersihan lantai rumah, debu, karpet, bulu binatang dsb
  4. Jelaskan tanda-tanda bahaya akan muncul
  5. Ajarkan penggunaan nebulizer
  6. Keluarga perlu memahami tentang pengobatan, nama obat, efek samping, waktu pemberian
  7. Ajarkan strategi kontrol kecemasan, taku dan stress
  8. Jelaskan pentingnya istirahat dan latihan, termasuk latihan napas
  9. Jelaskan pentingnya intake cairan dan nutrisi adekuat

Nursing Care Plan

No

DX. KEPERAWATAN

NOC

NIC

1

Bersihkan jalan napas tidak efektif b/d bronkospasme

Definisi: ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas

Batasan karakteristik:

· Dispneu, penurunan suara napas

· Orthopneu

· Cyanosis

· Kelainan suara napas (rales, wheezing)

· Kesulitan berbicara

· Batuk

· Mata melebar

· Produksi sputum

· Gelisah

· Perubahan frekuensi dan irama napas

Faktor-faktor yang berhubungan:

· Lingkungan : merokok, menghirup asap rokok, perokok pasif POK, infeksi.

· Fisiologis: disfungsi neuromuscular, hyperplasia dinding bronkus, alergi jalan napas, asma.

· Obstruksi jalan napas: spasme jalan napas, sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya jalan napas buatan, sekresi bronkus, adanya eksudat dialveolus, adanya benda asing dijalan napas.

NOC:

· Respiratory status: ventilation

· Respiratory status: Airway patency

· Aspiration control

Kriteria hasil:

· Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara napas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernapas dengan mudah, tidak ada pursed lips)

· Menunjukkan jalan napas yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama napas, frekuensi pernapasan normal, tidak ada suara napas abnormal)

· Mampu mengidentifikasikan dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan napas.

NIC:

Airway management

· Buka jalan napas, gunakan tekhnik chinlift atau jaw trust bila perlu

· Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi

· Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan napas buatan

· Pasang mayo bila perlu

· Lakukan fisioterapi dada jika perlu

· Keluarkan sekret dengan batuk atau suction

· Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan

· Lakukan suction pada mayo

· Berikan bronkhodilator bila perlu

· Berikan pelembab udara kassa basah Nacl lembab (pada mayo)

· Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan

· Monitor respirasi dan status o2

2

Gangguan pertukaran gas b/d spasme bronkus, kongesti paru, hipertensi pulmonal, penurunan perifer yang mengakibatkan asidosis laktat dan penurunan curah jantung.

Definisi: kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida didalam membran kapiler alveoli

Batasan karakteristik:

  • Gangguan penglihatan
  • Penurunan co2
  • Takikardi
  • Hiperkapnia
  • Keletihan
  • Somnolen
  • Iritabilitas
  • Hypoxia
  • Kebingungan
  • Dyspnoe
  • Nasal faring
  • AGD normal
  • Sianosis
  • Warna kulit abnormal
  • Hipoksemia
  • Hiperkapnia
  • Sakit kapala ketika bangun
  • Frekuensi dan kedalaman napas abnormal

Faktor-faktor yang berhubungan:

  • keseimbangan perfusi ventilasi
  • perubahan membrane kapiler alveolar

NOC:

· Respiratory status: gas exchange

· Respiratory status: ventilation

· Vital sign status

Kriteria hasil:

· Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat

· Memelihara kebersihan paru dan bebas dari tanda-tanda distress pernapasan

· Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara napas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernapas dengan mudah, tidak ada pursed lips)

· Tanda-tanda vital dalam rentang normal

NIC:

Airway management

· Buka jalan napas, gunakan tekhnik chinlift atau jaw trust bila perlu

· Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi

· Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan napas buatan

· Pasang mayo bila perlu

· Lakukan fisioterapi dada jika perlu

· Keluarkan sekret dengan batuk atau suction

· Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan

· Lakukan suction pada mayo

· Berikan bronkhodilator bila perlu

· Berikan pelembab udara kassa basah Nacl lembab (pada mayo)

· Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan

· Monitor respirasi dan status o2

Respiratory Monitoring

· Monitor rata-rata kedalaman, irama dan usaha respirasi

· Catat pergerakan dada, amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supraclavicular dan intercostal

· Monitor suara napas

· Monitor pola napas

· Catat lokasi trakea

· Monitor kelelahan otot diafragma

· Auskultasi suara napas, catat area penurunan/ tidak adanya ventilasi dan suara tambahan

· Tentukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama

· Auskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya

3

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Definisi: intake nutrisi tidak cukup untuk keperluan metabolisme tubuh

Batasan karakteristik:

  • Berat badan 20% atau lebih dibawah ideal
  • Membrane mukosa dan konjungtiva pucat
  • Kelemahan otot yang digunakan untuk menelan/mengunyah
  • Luka, inflamasi pada rongga mulut
  • Mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyah makanan
  • Dilaporkan atau fakta adanya kekurangan makanan
  • Dilaporkan adanya perubahan sensasi rasa
  • Perasaan ketidakmampuan untuk mengunyah makanan
  • Miskonsepsi
  • Kehilangan BB dengan makanan yang cukup
  • Keengganan untuk makan
  • Kram pada abdomen
  • Tonus otot jelek
  • Nyeri abdominal dengan atau tanpa patologi.
  • Kurang berminat terhadap makanan
  • Pembuluh darah kapiler mulai rapuh
  • Diare atau steatorea
  • Kehilangan rambut yang cukup banyak (rontok)
  • Suara usus hiperaktif
  • Kurangnya informasi

Faktor-faktor yang berhubungan:

Ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan atau mengabsorpsi zat-zat gizi berhubungan dengan faktor biologis, psikologis atau ekonomi.

NOC:

· Nutritional status: food and fluid intake

· Nutritional status: nutrient intake

· Weight control

Kriteria hasil:

· adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan

· Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan

  • Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
  • Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
  • Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti

NIC:

Nutrition management

  • Kaji adanya alergi makanan
  • Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
  • Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
  • Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
  • Berikan substansi gula
  • Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
  • Berikan makanan yang terpilih
  • Ajarkan pasien bagaimana mambuat catatan makanan harian
  • Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

Nutrition monitoring

  • monitor adanya penuruanan berat badan
  • monitor interaksi anak atau orangtua selama makan
  • monitor lingkungan selama makan
  • jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan
  • monitor kulit kering dan perubahan pigmentasi
  • monitor turgor kulit
  • monitor kekeringan, rambut kusam dan mudah patah
  • monitor mual dan muntah
  • monitor kadar albumin, total protein, Hb, dan Hmt
  • monitor makanan kesukaan
  • monitor perumbuhan dan perkembangan
  • observasi konjungtiva
  • monitor kalori dan intake nutrisi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar