Lijit Search

Selasa, 03 April 2012

askep retardasi mental



RETARDASI MENTAL


A. PENGERTIAN
Retaldasi mental adalah suatu gangguan heterogen yang terdiri dari gangguan fungsi dibawah rata-rata dan gangguan dalam ketrampilan adaptif yang ditemukan sebelum orang berusia 18 tahun (Mansjoer,2001)
Retardasi mental adalah fungsi intelektual di bawah rata-rata yang muncul beramaan dengan kurangnya perilaku adatif, awitannya sebelum usia 18 tahun (Wong,2003).
Retaldasi mental mempunyai gambaran khusus, yaitu: (Varcarlois,1999)
  1. Fungsi intelektual di bawah rata-rata (IQ 70 atau lebih rendah)
  2. Defisit atau kerusakan fungsi adatif
  3. Terjadi sebelum usia 18 tahun
Retardasi mental dapat didefinisikan sebagai keterbatasan dalam kecerdasan yang mengganggu adaptasi normal terhadap lingkungan. Hal ini bermanifestasi dengan perkembangan yang abnormal dan berkaitan dengan kesukaan belajar dan  adaptasi social (Sacharin et al,1999)

B. ETIOLOGI
Faktor penyabab retardasi mental adalah:
1.Penyebab prenatal
  • Penyakit kromosom (Trisomi 21 / sindrom down, sindrom fragile-X)
Hal ini mencakup jumlah terbesar dari penyebab genetic dan paling sering adalah trisomi yang melibatkan kromosom tambahan. Misalnya 47 dibandingkan keadaan normal sebesar 46. Misalnya trisomi 17-18 (sindrom E), trisomi 13-15 (sindrom D). Kehilangan parsial atau lengkap dari lengan pendek kromosom 5 juga diketahui sebagai sindrom “ Cri duchat” Kelainan kromosom seks, seperti sindrom klinefelter (XXY), sindrom Turner dan sebagai mosaic, dapat juga berkaitan dengan retardasi mental.
  • Gangguan sindrom
Cacat ditransmisikan melalui gen, sebagai besar diantaranya adalah cacat resesif terkait seks, misalnya sindrom Lowe (sindrom Okuloserebrorenal) dan sindrom Hunter.
  • Irradiasi
Terutama pada kandungan dengan umur kehamilan 2-6 minggu. Pengaruh irradiasi pada janin pada kehamilan muda dapat berupa perubahan mutasi baru pada kromosom atau merusak janin secara langsung, sehingga terjadi malformasi pada bayi yang dilahirkan.
  • Gangguan metabolisme sejak lahir (Feniketonuria)
Gangguan metabolic seperti feniketonuria, galaktosemia, penyakit Tay-Sachs juga disebabkan oleh gangguan autosomal fesesif.
Feniketonuria yaitu gangguan metabolic yang menyebabkan tubuh tidak mampu mengubah phenialanin menjadi tryrosin, Karena adanya defisiensi enzyme hidrolase. Kelainan ini diturunkan melalui gan resesif.
Gaklaktosemia yaitu gangguan metabolisme hydratarang yang jarang ditemukan dan yang terdapat pada masa permulaan bayi, dimana tubuh tak mampu untuk menggunakan galaktose yang masuk.
Tay-sachs disease yaitu suatu gangguan metabolisme lemak, dimana tubuh tidak bisa mengubah zat-zat pralipoid menjadi lipoid yang diperlukan oleh sel-sel otak.
2. Penyebab perinatal
  • Masalah intrauteri seperti abrupsio plasenta
  • Malnutrisi in utero dan toksin juga dapat menyebabkan retardasi mental.
  • Diabetes maternal
  • Kelahiran maternal
  • Kondisi neonatal (meningitis dan perdarahan intracranial)
Komplikasi perinatal seperti presentasi bokong, perdarahan, persalinan kuman tinggi dan asfiksia neonatorum dapat meningkatkan resiko retardasi mental akibat kerusakan jaringan otak.
3. Penyebab pascanatal
  • Kondisi-kondisi yang terjadi karena cedera kepala
  • Infeksi
Infeksi yang disebabkan virus rubella dan sitomegalo virus juga telah diidentifikasi sebagai penyebab retardasi mental. Virus ini dapat melintasi barier plasenta dan mengganggu perkembangan normal jaringan fetus.
Infeksi pasca natal oleh virus dan bakteri, keracunan oleh bahan seperti timah dan cedera kepala berat kesemuanya dapat menyebabkan retardasi mental. Malnutrisi mempunyai efek utama pada perkembangan otak da retardasi mental dapat timbul jika terjadi kelaparan.
4. Gangguan degeratif
5. Demielinisasi

C. KLASIFIKASI
Hampir semua penulis sepakat, bahwa untuk menetukan derajat defek dari RM, dipakai patokan hasil atau nilai I.Q pada seorang anak. Tentu saja setelah hasil tersebut dapat ditentukan kesesuainnya dengan keadaan-keadaan yang lain. Patokan ini gunanya untuk menentukan langkah-langkah lebih lanjut dalam hal penanganan anak-anak tersebut.
Keadaan debil             I.Q:  50-70
Keadaan embisil          I.Q:  25-50
Keadaan idiot             I.Q:  kurang dari 25

I. Retardasi mental ringan (mampu didik mampu latih)
Kelompok ini merupakan kelompok terbesar dari RM. Kira-kira 80% individu dengan retardasi mental ini dapat memperkembangkan ketrampilan sosial dan komunikasi dalam masa prasekolah. RM dalam kelompok ini terdapat perkembangan motorik dan bicara, tetapi anak tidak mampu memelihara dirinya sendiri. Anak memerlukan perawatan dan pengawasan yang lengkap.


II. Retardasi mental sedang (tidak mampu didik mampu latih)
Kelompok ini kira-kira 12% dari seluruh penderita RM. Mereka dapat berbicara atau belajar berkomunikasi selama masa prasekolah, akan tetapi kesadaran mereka tentang norma sosial sangat buruk. Secara parsial individu dapat mendukung diri sendiri dibawah pengawasan yang lengkap. Anak mampu untuk mengembangkan proteksi diri dan mampu untuk menerima kecakapan dengan pengendalian lingkungan yang berguna sampai tingkat minimal dalam lingkungan yang terkendali.
III. Retardasi mental berat (tidak mampu didik tidak mampu latih)
Kelompok ini kira-kira 7 %. Selama periode prasekolah jelas ada perkembangan motorik yang buruk dan kemampuan bicara yang minimal. Mereka hanya mampu memperkembangkan sedikit atau tidak sama sekali pembicaraan komunikatif. Anak mampu memelihara diri sendiri dalam pekerjaan yang tidak terlatih atau setengah terlatih. Anak memerlukan bimbingan dan pedoman ketika berada dalam stres sosial dan ekonomi yang ringan.

IV. Retardasi mental yang sangat berat

Kelompok ini kira-kira 1% dari seluruh penderita RM. Menunjukkan kapasitas yang minimal dalam fungsi sensorimotormereka membutuhkan suatu lingkungan yang sangat teratur, selalu perlu bantuan dan supervisi. Kemampuan perawatan diri yang sangat terbatas di dalam suatu lingkungan yang sangat teratur dan harus disertai bantuan dan supervisi yang terus menerus.

D. MANIFESTASI KLINIS
Pada dasarnya RM merupakan gangguan yang menyangkut sseluruh fungsi yang ada pada manusia yaitu fungsi fisik, fungsi psikologis dan fungsi sosial. Gejala klinis pada RM:
1.      perkembangan biologik yang terhambat
2.      kemampuan adaptasi sosial yang terhambat
3.      perkembangan proses berfkir yang mengalami kegagalan
Piaget memberikan gambaran tentang perkembangan kognitif ini melalui urutan-urutan:
-          fase sensori motor (0-2 th)
-          fase pra operasional (2-6 th)
-          fase operasional konkrit (6-12 th)
-          fase operational formal (>12 th)
Menurut Piaget, apabila seseorang mampu mencapai taraf perkembangan kognitif sampai fase operasional formal secara sempurna, maka kemampuan berfikirnya telah mencapai taraf perkembangan proses berfikir orang dewasa yang normal. Pada anak RM, biasanya perkembangan kognitif hanya mencapai taraf pra operasional.

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Uji intelegensi standar
2. Uji perkembangan, seperti Denver II
3. Pengukuran fungsi adatif

F. KOMPLIKASI
1. Serebral palsi
2. gangguan kejang
3. Gangguan kejiwaan
4. Gangguan konsentrasi / hiperaktif
5. Defisit komunikasi
6. Konstipasi (Karena penurunan motilitas usus akibat oabt-obatan antikonvulsi, kurang mengkonsumsi makanan berserat dan cairan)

G. PENATALAKSANAAN
Terapi pada anak dengan RM meliputi 4 aspek:
1.      Terapi terhadap aspek fisik
sasaran terapi ditujukan terhadap kelainan atau gangguan fisik. Terapi ini meliputi:
- terapi simptomatik
semua kelainan-kelainan fisik yang dapat diatasi atau ditolong dengan terapi ini, misalnya: fenilketouria, galaktosemia, kejang-kejang dengan obat yang sesuai.
- Koreksi terhadap cacat
Sering dilakukan koreksi terhadap alat gerak, defek panca indra dan yang koreksi lain yang berhubungan dengan kosmetik, untuk memperbaiki fungsi dan penampilan diri.
2.      Terapi terhadap aspek psikologik/psikiatrik
Sasaran terapi ditujukan terhadap kelainan atau gangguan yang berhubungan dengan emosi dan gangguan tingkah laku serta terhadap kondisi psikologis keluarga. Terapi ini meliputi:
-          terhadap emosi dan tingkah laku penderita
terutama pada penderita yang hiperaktif dapat diberikan obat-obatan golongan ansiolotik, misalnya: diazepam, khlordiazepokside atau yang lain. Bila hal ini belum menolong, dapat dipertimbangan pemberian anti psikotik atau neuroleptika dalam dosis awal yang kecil dulu, secara bertahap, bila belum baik dapat dinaikkan.
-          terhadap kondisi psikologis keluarga
bantuan yang teratur dalam periode 3 bulan sekali dapat mempertahankan kondisi psikologis keluarga.

3.      Terapi terhadap aspek pendidikan
-          kelompok yang mampu didik dan mampu latih
dilakukan pendidikan secara perlahan-lahan dan secara bertahap dengan memperbanyak latihan-latihan dibandingkan dengan sekolah atau pendidikan normal lainnya
-          kelompok yang tidak mampu didik dan mampu latih
dilakukan latihan-latihan, terutama latihan untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari, tanpa bantuan orang lain. Misalnya: kesehatan perseorangan, kebersihan, pekerjaan-pekerjaan kasar yang tidak memerlukan pemikiran daan bersifat rutin.
-          kelompok yang tidak mampu didik dan tidak mampu latih
dilakukan perawatan secara terus menerus dan pencegahan dari bahaya.

4.      Terapi terhadap aspek social
Tujuan dari terapi ini adalah mengoptimalkan kemampuan penderita dalam berm,asyarakat. Hal ini untuk menghilangkan stigma masyarakat, bahwa anak atau orang dengan RM tidak ada gunanya sama sekali. Dengan pemberian tugas-tugas dalam masyarakat yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan penderita akan menimbulkan perasaan pada penderita bahwa dirinya masih diperlukan oleh orang lain, sehingga hal ini mempertinggi rasa percaya dirinya.

Kadang-kadang anak dengan RM memerlukan perawatan baik di RS atau di penti-panti pendidikan penampungan anak. Anak-anak dengan RM yang mempunyai indikasi perawatan antara lain:
-          mempunyai kecacatan yang ganda (multiple handicap)
-          mempunyai gangguan fisik yang berat
-          penderita RM usia tua
-          penderita dengan gangguan emosi yang berat
-          anak-anak yang memerlukan pendidikan khusus yang jauh dari jangkauan rumah

H.ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
            Format pengkajian menurut Wong (2003) adalah:
  1. Lakukan pengkajian fisik
  2. Lakukan pengkajian perkembangan
  3. Dapatkan riwayat keluarga, terutama mengenal retardasi mental gangguan herediter dimana retardasi mental adalah salah satu jenisnya yang utama.
  4. Dapatkan riwayat kesehatan untuk mendapatkan bukti-bukti adanya trauma prenatal, perinatal, atau paskanatal atau cedera fisik, infeksi maternal prenatal, alkoholis, konsumsi obat, nutrisi tidak adekuat, penyimpangan lingkungan, gangguan psikiatrik, infeksi terutama yang melibatkan otak atau suhu tubuh tinggi , abnormalitas kromosom
  5. Bantu dengan tes diagnostic klinis missal analisis kromosom, disfungsi metabolic, radiografi, tomografi, elektroenselografi
  6. Lakukan atau Bantu dengan tse perilaku adatif-vineland Social Maturity Scale
  7. Observasi adanya menifestasi dini retardasi mental : tidak resposnif terhadap kontak, konrak mata buruk selama menyusu, penurunan aktivitas, spontan, penurunan kesadaran terhadap suara atau gerakan, peka rangsangan menyusu lamb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar